Channel marketing tidak boleh berjalan sendiri-sendiri jika goal bisnisnya sama.
Mulai dari audience dan offer
Sebelum menentukan channel, bisnis perlu jelas siapa audience-nya, offer apa yang diprioritaskan, dan action apa yang ingin dicapai.
Tanpa direction ini, Google Ads, social media, email, dan website bisa membawa pesan yang berbeda-beda.
Terkait di website ini
Website adalah pusat banyak journey
Banyak campaign akhirnya mengarah ke website atau landing page. Jika website tidak menjelaskan offer dengan baik, channel yang bagus pun bisa kehilangan momentum.
Website perlu punya page structure, CTA, proof, speed, mobile flow, dan tracking yang siap untuk traffic campaign.
Terkait di website ini
Reporting harus memberi prioritas
Reporting yang baik tidak hanya menunjukkan traffic. Reporting harus membantu melihat channel mana yang membawa action, pesan mana yang relevan, dan bagian mana dari journey yang perlu diperbaiki.
Klaviyo/email, ads, website, dan social media akan lebih berguna jika punya tracking dan conversion signal yang jelas.


